Arti kiasan Tanda Pelantikan Gerakan Pramuka. Sebelum kita mempelajari arti kiasan yang terkandung dalam Tanda Pelantikan Pramuka
kita pelajari dulu apa dan bagaimana tanda pelantikan tersebut, kapan
diberikan kepada anggota pramuka, serta bagaimana cara mengenakan dan
memasangnya di pakaian seragam pramuka.
Tanda Pelantikan Pramuka adalah salah satu dari Tanda Umum Gerakan Pramuka sehingga sekaligus menjadi bagian dari sistem Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka.
Tanda Pelantikan disematkan kepada seseorang saat pertama kali dilantik
menjadi anggota pramuka dan dikenakan pada seragam pramukanya seumur
hidup. Sehingga penyematan tanda pelantikan hanya dilakukan satu kali
yaitu saat seseorang tersebut untuk pertama kalinya dilantik menjadi
seorang pramuka.
Seumpama seorang pramuka siaga setelah berpindah golongan, kemudian menjadi tamu penggalang
hingga akhirnya dilantik menjadi penggalang tidak perlu dilakukan
penyematan tanda pelantikan kembali. Berbeda seumpama calon penggalang
tersebut sebelumnya belum pernah menjadi pramuka siaga dan baru menjadi
anggota pramuka saat usia penggalang tersebut maka akan dilakukan
penyematan tanda pelantikan. Pun sama halnya bagi anggota pramuka
penegak. Jika seorang calon penegak sebelumnya belum menjadi anggota
penggalang ataupun siaga maka akan dilakukan penyematan tanda
pelantikan. Namun jika sebelumnya, calon penegak tersebut telah menjadi
pramuka penggalang maka tidak perlu dilakukan penyematan tanda
pelantikan.
Bentuk dan Pemasangan Tanda Pelantikan
Tanda pelantikan terdiri atas dua macam yaitu tanda pelantikan untuk anggota pramuka putri dan tanda pelantikan untuk anggota putra. Keduanya mempunyai gambar dan warna yang sama namun berbeda bentuknya dan tempat pemasangannya pada pakaian seragam pramuka. Tanda pelantikan dibuat dari kain yang untuk pramuka putri berbentuk lingkaran sedangkan untuk anggota pramuka putra memiliki bentuk jajar genjang. Pada tanda pelantikan tersebut terdapat gambar tunas kelapa (lambang Gerakan Pramuka), padi dan kapas, bintang, lingkaran (roda) bergigi sepuluh, tulisan Gerakan Pramuka, serta titik sebanyak lima buah. Warna dasar tanda pelantikan adalah coklat tua.
Bentuk tanda pelantikan selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Pemasangan tanda pelantikan tersebut berbeda antara anggota pramuka
putra dengan anggota putri. Pada anggota pramuka putri, tanda pelantikan
dipasang di kerah baju seragam pramuka sebelah kiri. Sedangkan pada
anggota pramuka putra, tanda pelantikan dipasang pada saku baju pramuka
sebelah kiri.
Arti Kiasan Tanda Pelantikan
Sebagaimana tanda-tanda pengenal lainnya dalam Gerakan Pramuka, tanda pelantikan memiliki arti kiasan. Hal ini mengingat fungsi tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka yang salah satunya adalah sebagai alat pendidikan.
Arti kiasan yang dimiliki oleh tanda pelantikan Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut:
- Warna Coklat melambangkan warna tanah sebagai sumber kehidupan;
- Warna Kuning melambangkan kekuatan dan keagungan;
- Gambar Padi dan Kapas melambangkan kesuburan dan kemakmuran bangsa Indonesia di mana padi melambangkan sumber pangan dan kapas melambangkan sumber pakaian;
- Roda (lingkaran) bergigi sepuluh melambangkan Dasadarma;
- Tunas kelapa melambangkan lambang Gerakan Pramuka dengan segala arti kiasan yang terkandung di dalamnya;
- Bintang bersudut lima di atas tunas kelapa mengiaskan Ketuhanan yang Maha Esa sekaligus cita-cita yang tinggi yang dimiliki oleh anggota Gerakan Pramuka;
- Tulisan Gerakan Pramuka melambangkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan atau kepanduan di Indonesia.
- Titik lima di pangkal padi kapas melambangkan pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup bangsa;
Itulah Tanda Pelantikan Gerakan Pramuka mulai dari bentuk, bahan, gambar, cara pemasangannya pada seragam pramuka hingga arti dan kiasan yanag terkandung dalam gambar-gambar di dalamnya. Dengan mengenal seluk beluk tanda pelantikan tersebut semoga makin mempertebal semangat para pramuka dalam melatih dirinya untuk mempersiapkan diri dan ikut serta dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
Posted in: PRAMUKA





0 komentar:
Posting Komentar