NAMANYA PRAMUKA
Bukan tentara dan bukan polisi
Coklat muda coklat tua seragamnya
Tongkat dan tali itulah senjatanya
Tri Satya dan Dasa Darma pedomannya
Orang bilang itu namanya Pramuka
Singkatan dari Praja Muda Karana
Orang bilang itu namanya Pramuka
Singkatan dari Praja Muda Karana
Dalam
KolamPeralatan : Sebatang kapurJumlah pemain : bebasWaktu : biasanya
10-15 menitTujuan : - Melatih kecepatan/refleks- Sebagai unsure
hiburanAnak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka
digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut.
Bila ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat dengan kedua kakinya
bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintahnya “didarat”,
maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang diberikan harus
bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak
akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup
popular dan menyenangkan.
Petani dan PencuriPeralatan : Karet gelang
atau tali, kantong kacang, atau potongan kain, atau agar kelihatan
sungguhan, sebuah apel.Jumlah pemain : bebasWaktu : 8-10 menitTujuan : -
Melatih kecepatan- Unsur hiburan
Anak-anak membentuk lingkaran dan
seorang anak, yang jadi pencuri disuruh keluar ruangan. Selagi ia
diluar, seorang anak ditunjuk sebagai petani. Sebuah benda ditaruh di
tengah lingkaran. Pencuri tadi datang dan berjalan diluar lingkaran. Ia
boleh memasuki lingkaran dari mana saja dan mencuri benda itu. Petani
harus menangkapnya pada saat pencuri menyentuh benda tersebut. Pencuri
itu harus lari keluar dari lingkaran lewat jalan masuk tadi dan ia
selamat bila ia dapat keluar tanpa tertangkap. Bila ia tidak tertangkap,
maka petani itu harus jadi pencuri dan dipilh petani baru.
AM.Patty
Permainan
Mengenali TemanPeralatan : Kertas kosong, alat tulis untuk tiap
pesertaJumlah Pemain : Berapa sajaWaktu : 10-12 menitTujuan : - Saling
mengenal secara lebih mendalam- Berani Mengungkapkan diri- Melatih
kecerdasanPemimpin membagikan kertas kosong kepada semua peserta.
Seluruh peserta lalu menulis data pribadi mereka (nama lengkap, data
keluarga, status, sekolah/pekerjaan, hobi, alamat, dan sebagainya).
Setelah itu kertas yang sudah terisi dikembalikan kepada pemimpin. Lalu
pemimpin memberikan lagi secara acak kepada peserta. Pemimpin memberikan
waktu 2-3 menit kepada para peserta untuk menghafal data pribadi
kawannya itu. Kemudian pemimpin menunjuk kepada salah seorang peserta
dan bertanya kepadanya tentang data pribadi yang ia terima. Peserta
harus mampu menjawab pertanyaan pemimpin. Sementara itu yang memiliki
data pribadi harus memperhatikan benar/tidaknya jawabannya.
AM. Patty.
Perkenalan
RahasiaPeralatan : Kain yang lebar (sprei)Jumlah pemain : semua pemain
masuk dalam reguWaktu : 10 menitTujuan : Saling mengenal namaPeserta
dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi
diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua
regu tidak dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu
menentukan wakilnya untuk menebak wakil kelompok lain tetapi juga
ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut berhadapan. Agar supaya lebih
seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan kaki atau sepatu.
Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain
diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak
siapa wakil lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat,
mendapatkan angka untuk regunya.
AM.Patty
Rebut dan
RampasPeralatan : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anakJumlah pemain :
bebasWaktu : 10 menitTujuan : - Melatih kecekatan- Melatih
kesetiakawanan- Unsur hiburanSemua anak membentuk lingkaran dengan jarak
kira-kira 1 meter.. Semakin ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap
anak memegang tongkatnya hingga berdiri tegak di lantai. Bila ada
perintah “ya” tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan cepat-cepat
menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu sudah
keburu jatuh, maka ia dikeluarkan. Permainan ini sangat menyenangkan dan
dapat bervariasi. Jarak anatr anak dapat diperbesar bila anak-anak
sudah mampu, perintah dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin
permainan lebil lama, maka setelah jatuh 3 kali baru dikeluarkan.
Baut
BarisanTujuanAgar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik
maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama dalam
kelompok.
Langkah-langkah :a. Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang
sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke
dalam salah 1 kelompok).b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai
berikut :* Kedua keompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun
berdasarkan aba-aba pemandu :tinggi badan, panjang rambut, usia dst.*
Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai atau
belum, harus jongkok.* Setiap kelompok secara bergantian memeriksa
apakah kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar.*
Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan
benar dan cepat ( bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya sebelum
hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa
mereka telah selesai melakukan tugas).
c. Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.
Grab a free edublog to your get your own avatar!
Leave a comment
BercerminLatihan
yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan perasaan dan sikap
dalam menuntun dan mengikuti orang lain. Acara sore yang baik.
Prosedur
:a. Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan dengan
tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal. Mereka menirukan gerak
pasangannya, layaknya sebuah cermin, demikian bergantian sesuai dengan
keinginan mereka.b. Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin,
tapi kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.c. Pada putaran
ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan dengan kuat, dan melanjutkan
menuntun mengikuti bergantian.Bahan diskusi :1. Apa bedanya antara
ketiga pengalaman tadi ?2. Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan
menuntun dan mengikuti tadi ?3. Adakah persamaan yang anda temukan dalam
hal menuntun dan mengikuti dengan kenyataan sehari-hari?
Bermain
TaliLatar belakangDalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai
masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui
kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana
kita dapat keluar dari masalah itu.BahanTali raffiaLangkah – langkaha.
Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap
pesertab. Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing
ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat
tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali
pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat,
sebaiknya iaktan tidak terlalu kencangc. Setelah itu minta mereka untuk
dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan talid.
Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut,
mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri
kepada teman – teman yang lainTanyakan kepada mereka apa hikmah dari
permainan tersebut
Lingkaran BerbelitTujuanMenyadarkan peserta
tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan proses belajar dan
bekerja dalam kelompok.Langkah-langkah :a. Peserta berdiri dalam
lingkaran, lalu menjulurkan kedua tangannya ke depan. Kemudian memegang
tangan 2 peserta lainnya (missal : tangan kiri memegang tangan si A,
tangan kanan memegang tangan si B) sampai membentuk suatu belitan
besar.b. Semua kerjasama untuk coba membentuk kembali lingkaran sempurna
tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.
Menggambar
bersamaLatar BelakangSebuah kelompok baru dapat berfungsi sebagaimana
mestinya apabila terjadi komunikasi antar orang-orang yang terlibat di
dalamnya.
TujuanPeserta menyadari arti pentingnya komunikasi dalam suatu kelompok.
Langkah-langkah
:1. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota
kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5.2.
Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk
menggambar.3. Secara berurutan setiap menit, setiap orang dalam kelompok
masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada, dengan
syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain, setiap orang
menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri, kemudian dilanjutkan
oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan
dipikirkan sendiri pula, dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok
memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar.
Bahan
Diskusi :a. Berapa kelompok yang mampu menghasilkan gambar yang utuh dan
jelas?b. Apa kesan dan perasaan setiap orang terhadap hasil gambar
kelompoknya?c. Bagaimana seharusnya proses yang ditempuh agar hasil
kerja bersama itu memuaskan semua orang dalam kelompok yang bersangkutan
Menggambar
WajahTujuan :a. Membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata
pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal
ini bisa membantu peserta untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk
dengan yang lainnya.b. Melatih peserta satu cara sederhana tentang
menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu
menggambar.
Langkah-langkah :a. Dengan sehelai kertas setiap pasangan
saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai
dari mana saja tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.b. Gerakkan
tangan mengikuti arah gerak pandangannya yang menelusuri garis wajah
pasangannya.c. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan
bergantian mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal,
pekerjaan, umur, keluarga dan sebagainya. Waktunya cukup 5 menit saja
untuk setiap peserta.d. Kemudian setiap pasangan tampil di depan
kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukkan gambar
pasangannya sambil menyebutkan :”Nama saya…(nama pasangannya), tempat
tinggal….dan seterusnya.
Mengganbar RumahPengantarLatihan ini bisa
digunakan untuk mendiskusikan kerjasama dan pengawasan di dalam
kelompok. Kadang kita mengira bekerjasama dengan orang lain, padahal
dalam kenyataan kita hanya mengawasi seluruh proses, tanpa kita
sadari.Langkah – langkaha. Mintalah peserta untuk berpasanganb.
Peganglah bolpoin / pensil bersama – sama sedemikian rupa sehingga
keduanya bisa menulis dan menggambar.c. Di atas kertas yang dibagikan,
keduanya menggambar secara bersama – sama dan menuliskan judulnyad.
Selama menggambar dan menulis dilarang berbicaraBahan diskusia. Bagaiman
perasaan dan reaksi anda selama menggambar tadi ?b. Factor apa yang
membantu dan menghambat anda selama menggambar tadi ?Kemudian, mintalah
peserta membentuk kelompok 4 (dua pasangan bergabung) untuk
mendiskusikan apkah ada hubungan antara pengalaman tadi dengan kenyataan
sehari – hari dan masalah kerjasama. Waktunya cukup 15 menit saja, lalu
setiap kelompok kecil mempresentasikannya di hadapan kelompok besar.
Rantai
NamaTujuanPermainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang belum saling
kenal nama masing-masing, agar lebih akrab, serta memberi pengalaman
tampil di depan forum.Langkah-langkah :a. Peserta besama pemandu berdiri
di dalam lingkaranb. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai
berikut :Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar
terdengar oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri di
sebelahnya (kiri atau kanan) menyebutkan nama peserta pertama tadi
ditambah dengan namanya sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama peserta
pertama dan kedua ditambah dengan namanya sendiri, begitu seterusnya
sampai selesai.c. Proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan,
dimulai dari peserta yang terakhir menyebutkan rantai nama
tersebut.VariasiBuat lingkaran, setiap peserta secara bergiliran
menyebutkan nama panggilan, umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta
yang lain menirukan, begitu seterusnya sampai selesai satu
putaran.Putaran kedua, semua peserta mengulangi lagi secara bersama-sama
data pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula.
Mencari Dengan
DiamPeralatan : PerangkoJumlah pemain : berapa sajaWaktu : bervariasi,
tergantung jumlah pemain dan kemampuan mengobservasiTujuan : - Melatih
kemampuan mengobservasi- Memupuk inisiatifSebuah perangko ditempel di
suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba.
Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila
mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata
apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir. Dan
tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan
ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).
BIRTHDAY LINE UP
Teaching point :
1. Melatih konsentrasi pada tugas.
2. Mengembangkan cara berkomunikasi efektif.
3. Melatih untuk berinovasi.
4. Aplikasi praktis dalam proses memecahkan permasalahan.
5. Kepemimpinan bersama (shared leadership).
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : Papan tempat berdiri
Instruksi :
1.
Semua peserta diminta berdiri di atas papan, kemudian mereka diminta
untuk mengatur barisan mereka berdasarkan bulan dan hari ulang tahun
mereka, atau berdasarkan tinggi badan atau berat badan.
2. Mereka tidak boleh berbicara di dalam menyusun barisan itu.
Debriefing :
1. Apa kesulitan yang dialami mereka di waktu menyusun barisan ?
2. Faktor apa yang mendukung keberhasilan, dan faktor apa yang menghambat tidak mendukung ?
3. Bagaimana cara-cara baru tim untuk berkomunikasi ?
4. Apakah semua orang telah diinformasikan mengenai keadaan sebenarnya ?
ALL STAND UP
Teaching point :
1. Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja regu.
2. Memecah kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan fisik.
3. Memahami bahwa kekurangan anggota regu (terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja regu.
4. Perencanaan strategis.
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : Peluit
Instruksi :
1.
Kegiatan di mulai dengan sepasang anggota regu duduk bertolak belakang
di tanah dengan melipatkan kedua kaki ke arah dada. Kemudian mereka
diminta untuk berdiri bersama dengan cara saling menekan punggung,
tangan tidak usah berpegangan.
2. Setelah sukses dengan cara yang
pertama, sepasang peserta diminta duduk berhadapan, ujung kaki
diletakkan saling bersentuhan dengan kaki masing-masing pasangan.
Kemudian kedua tangan peserta saling berpegangan antar pasangan. Untuk
berdiri peserta diminta menarik pegangan tangan.
3. Setelah sukses dengan cara kedua, jumlah anggota ditambah dari dua jadi empat, enam, delapan dan seterusnya.
4. Mereka dipersilakan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak.
Debriefing :
1. Teaching point yang dirasakan.
2. Faktor penunjang keberhasilan.
3. Perasaan setelah berhasil.
4. Implikasi terhadap regu.
AIR MANCUR
Arung Jeram :
Tujuan
:1. Kerja sama tim.2. Kekompakan regu.3. Yang kuat membantu yang
lemah.4. Menetapkan bersama trategi manajemen secara tepat.5.
Menempatkan diri saat bertindak/ menjalankan tugas.
Alat :1. Tali
besar ( diameter 4-5 cm/ seukuran tali Perahu ).( panjang tali sesuaikan
dengan anggota regu yang bermain. )2. Kedua ujung tali di ikat dengan
kuat.
Pelaksanan :1. Semua anggota regu duduk melingkar dengan kedua
kaki menjulur ( selonjor ) ke dalam lingkaran.2. Tiap anggota regu kedua
tangannya memegang tali, jarak antar anggota regu 0,5 – 1 meter. Jarak
semakin rapat semakin baik.
Peraturan :1. Semua anggota regu berupaya
untuk berdiri secara bersama-sama.2. Saat mencoba berdiri, kedua kaki/
lutut tidak boleh ditekuk ( Tetap Lurus ).3. Setelah dapat berdiri
bersama, kemudian berupaya duduk bersama kembali.4. Diupayakan jangan
ada peserta yang terjatuh.
Estafet Air. :Tujuan :1. Kerja sama tim.2.
Mengatur cara kerja yang efektif.3. Pembagian tugas/ menempatkan
personil dengan tepat.4. Kekompakan antar anggota dan seluruh anggota
regu.
Alat :1. 1 buah ember berisi air secukupnya.2. 1 buah gelas yang bagian bawahnya telah berlubang kecil.3. 1 buah botol plastik
Pelaksanaan
:1. Peserta duduk dengan posisi berbanjar.2. Peserta paling depan
bertugas mengambil air dan yang paling belakang bertugas menuangkannya
dalam botol.3. Gelas yang berisi air diberikan secara estafet kepada
rekannya yang dibelakang melalui atas kepala.
Peraturan :1. Lubang
Gelas hanya boleh ditutup dengan jari tangannya saja.2. Menggunakan
batas waktu tertentu.3. Botol yang berisi air terbanyak dengan batas
waktu tertentu itulah pemenangnya.4. Dapat menggunakan rival/ lawan
bermain dengan regu lain.
Jaring Laba-laba :Tujuan :
Kerja sama tim work.
Mengatur Trategi.
Mengatur pembagian tugas (manajemen )
Menetapkan unsur prioritas.
Melakukan unsur kehati-hatian dalam melaksanakan tugas.
Alat :
Tali Pramuka/ Rafia.
Bambu 3 meter, 2 Buah. ( Bila tidak ada bisa pakai diantara 2 pohon/ tiang )
Pelaksanaan :
Buatlah semacam jaring dengan ukuran persegi + 60 Cm.
Jumlah persegi/ lubang jaring sesuaikan dengan jumlah anggota regu yang akan bermain.
Jika Jumlah anggota regu 10 orang maka lubang yang disediakan harus sama ( 10 lubang).
Lubang/ persegi dibuat secara bertingkat ( Lihat gambar ) sebanyak 2/ 3 tingkat.
Jaring terendah dibuat 30 cm dari tanah.
Peraturan :
Semua anggota regu berada dalam satu sisi.
Tiap lubang hanya bisa dilalui hanya untuk 1 orang.
Lubang yang sudah dipakai/ dilalui tidak diperkenankan dipakai lagi/ ditutup.
Anggota regu yang sudah masuk lubang tidak diperkenankan kembali ke sisi semula.
Diupayakan
selama memasuki lubang / persegi, anggota badan tidak menyentuh tali/
jaring.( diumpamakan saja jaring tersebut beraliran litrik tegangan
tinggi )
Kereta terpanjang.
6. 1. Kerja sama antar anggota dan
tim.2. Mengatur Strategi dan kreatifitas.3. Menempatkan diri sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki.
7. Alat : Tidak ada
8. Pelaksanaan
:1. Peserta 10-20 orang2. seluruh Peserta sebaiknya menggunakan celana
panjang.3. Gunakan lokasi/ tempat yang tidak becek.4. Dikakukan serentak
terdiri dari beberapa regu.5. Tiap regu memiliki anggota yang sama.
9.
Peraturan :1. Tiap regu berupaya keras membuat tim nya menjadi regu
dengan deretan yang paling panjang.2. peserta Boleh menggunakan benda
apa saja yang saat itu di bawa sebagai penyambung ( Dompet , kartu,
sepatu, tali sepatu, ikat pinggang, kaos kaki dll.)3. Tetapi Tidak
diperkenankan menggunakan setangan leher apalagi sampai copot baju dan
celana ( bisa kena UU anti Pornografi lho…).
Estafet Kelereng :Tujuan :
Kerja sama tim.
Membagi tugas habis ( Manajemen )
Mengatur diri kapan bertindak dan memberikan kesempatan.
Mengatur trategi bermain secara bersama sama.
Alat :
Bambu
yang terbelah 2 ( ukuran panjang 50 cm, diameter bebas ) bisa juga
pakai pelepah pohon pisang. Jumlah bambu sesuai dengan jumlah anggota
regu yang akan bermain )
1 buah kelereng.
1 buah gelas plastik.
Pelaksanaan :
Tiap anggota regu memegang 1 buah bambu belah, 1 orang lainnya memegang gelas.
Tetapkan jarak tempuh dalam estafet ( 10 – 15 meter )/ semakin jauh jaraknya semakin memiliki kesulitan tertinggi.
Seluruh
peserta berupaya mengatur gerak kelereng melalui bambu belah secara
estafet hingga sampai ke tempat tujuan yang ditentukan.
Finish terakhir adalah memasukan kelereng kedalam gelas plastik.
Peraturan :
Saat kelereng meluncur/ bergulir tidak boleh tersentuh jari tangan.
Kelereng bergerak/ bergulir hanya melalui satu jalur yakni bambu tersebut.
Apabila kelereng jatuh, permainan diulang sekali lagi . ( Boleh diberikan kesempatan lebih dari 1 kali )
Diupayakan ada rival/ lawan regu lainnya. Yang tercepat memasukkan kelereng dalam gelas itulah pemenangnya.
10.
Kalajengking.
1.
Kerja sama antar anggota maupun 1 tim.2. Mengatur strategi3. Kekompakan
dalam 1 tim work.4. Mengenali kekuatan/ kemampuan timnya dan kekuatan
lawan.
Alat : Tidak ada
Pelaksanaan :1. Tiap tim berangotakan 10 -
15 orang.2. Anggota yang paling depan adalah kepala dan yang paling
belakang adalah ekor.3. Seluruh Anggota berpegangan pada pinggang
anggota di depannya.4. Selama bermain pegangan tidak boleh lepas.
Peraturan
:1. Tugasnya adalah Kepala Kalajengking ( Anggota Paling Depan ) harus
berusaha memegangekor lawan ( anggota paling belakang lawan )2. Yang
Paling dahulu berhasil memegang ekor lawan dinyatakan sebagai
pemenang.3. Apabila pada saat permainan ada peserta yang pegangannya
putus atau lepas, tim / regu tersebut dinyatakan kalah.4. Ulangi 2-3
kali sampai ada yang benar benar jadi pemenangnya
SPIDER’S WEB
Teaching point :
1. Sinergi antar tim dan intra tim.
2. Mengembangkan komunikasi efektif antar tim dan intra tim.
3. Mengembangkan strategi bersama.
4. Membangun kepercayaan diantara anggota tim.
5. Melaltih proses pemacahan masalah.
6. Mengerti kebutuhan akan adanya koordinasi seorang pemimpin dan kesediaan menerima masukan dari anggota.
7. Memahami saling ketergantungan antar sesama anggota kelompok.
Lama permainan : 30 – 60 menit
Perlengkapan : Tonggak/pohon, sarang laba-laba, helm
Instruksi :
1.
Peserta dibagi dalam dua tim dengan masing-masing tim disediakan sebuah
sarang laba-laba yang berdekatan. Kedua tim dibuat saling berseberangan
menghadap ke arah sarang laba-laba.
2. Peserta diminta untuk
menyeberangkan seluruh anggota kelompok dari sebelah net ke sebelah yang
lainnya. Setiap anggota kelompok harus diseberangkan melalui lubang
yang ada dalam sarang laba-laba. Setiap lubang hanya boleh dilalui oleh
seorang anggota.
3. Di saat menyeberangi lubang tersebut anggota
badan orang yang diseberangkan maupun orang yang membantu penyeberangan
tidak boleh menyentuh net. Kalau terjadi sentuhan pada net maka anggota
tersebut harus mengulangi penyeberangan itu.
Debriefing :
1.
Sering kali peserta tidak melakukan kerjasama antar tim. Yang dilakukan
biasanya adalah kerja intra tim mereka sendiri. Kalau hal ini terjadi
tanyakan kenapa mereka tidak mau bekerja sama.
2. Tanyakan apa hubungan permainan ini dengan posisi di suatu organisasi.
3. Tanyakan konsekuensi kalau menyentuh tali dan semua peserta harus mengulang kembali. Kaitkan dengan manajemen kualitas.
TERSESAT DI LAUT
Teaching point :
1. Membangun kebersamaan dan toleransi.
2. Pengaturan strategi dalam pemecahan masalah.
3. Berfikir kreatif dan inovatif.
4. Mengembangkan cara berkomunikasi efektif.
5. Kepemimpinan.
Lama permainan : 15 – 30 menit
Perlengkapan : Lembar penugasan
Instruksi :
1.
Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 – 6 orang.
Setiap peserta diberi lembar penugasan dan mengisi kolom PENDAPAT ANDA
dalam waktu 5 (lima) menit, dengan ketentuan tidak bekerja sama/diskusi
dengan peserta lain.
2. Kemudian tiap kelompok membentuk lingkaran
dan masing-masing peserta dalam kelompok mengajukan pendapat, secara
bermusyawarah diputuskan urutan yang disepakati kelompok DALAM WAKTU 10
(sepuluh) menit, dan dituliskan pada kolom PENDAPAT REGU.
Debriefing :
1. Pelajaran apa yang mereka peroleh ?
2. Apa persyaratan utama untuk mencapai keberhasilan ?
3. Perilaku apa yang harus ditunjukkan oleh anggota regu agar berhasil ?
4. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar resiko sekecil mungkin ?
T I T A N I C
Teaching point :
1. Membangun kebersamaan.
2. Menunjukkan untuk kesuksesan regu diperlukan pengorbanan anggota regu.
3. Perlunya anggota menyatu dengan tujuan kelompok.
4. Pengaturan strategi dalam pemecahan masalah.
5. Berfikir kreatif.
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : selembar kain ukuran 1,5 m x 1,5 m.
Instruksi :
1.
Semua anggota regu diminta untuk berdiri di atas kain seakan-akan
mereka berada dalam satu kapal yang akan tenggelam. Tidak ada bagian
dari kaki yang berdiri diluar kain.
2. Setelah mereka berhasil
berdiri di atas kain dalam hitungan satu sampai lima, kemudian mereka
diminta keluar dari kain. Selanjutnya mereka diminta memperkecil ukuran
kain tempat berpijak dengan cara melipat kain. Setelah itu mereka
diminta berdiri lagi di atas kain dengan persyaratan yang sama.
3. Tujuan yang akan dicapai kelompok adalah kemampuan untuk berdiri di atas kain yang ukurannya sekecil mungkin.
Debriefing :
1. Pelajaran apa yang mereka peroleh ?
2. Apa persyaratan kesuksesan untuk mencapai ukuran terkecil ?
3. Perilaku apa yang harus ditunjukkan oleh anggota regu agar sukses ?
PICTURE PUZZLE
Teaching point :
1. Membangun rasa saling percaya kepada sesama kawan.
2. Kerja sama regu.
3. Komunikasi yang efektif.
4. Rasa percaya diri
Lama permainan : 30 – 60 menit
Perlengkapan : Gambar yang dipotong-potong menjadi 15-20 bagian
Instruksi :
1.
Peserta dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 5-6 orang, salah
satunya menjadi pengamat (ditentukan sendiri oleh masing-masing
kelompok).
2. Tiap peserta dalam kelompok memperoleh satu gambar yang
sudah dipotong-potong (kecuali pengamat), yang dijadikan satu dalam
satu wadah/meja dengan potongan-potongan gambar peserta lain.
3. Tugas masing-masing peserta menyusun kembali potongan-potongan gambar menjadi satu gambar yang utuh, dengan ketentuan :
a.
Jika memperoleh potongan gambar yang tidak diperlukan/tidak sesuai,
peserta harus segera mengembalikan ke dalam wadah/meja agar peserta lain
dapat mengambil jika cocok dengan gambar yang dimiliki;
b. Tidak boleh meminta atau mengambil dari peserta lain, tetapi hanya boleh mengambil potongan gambar dari wadah/meja;
c. Tidak boleh saling berbicara, berkomunikasi dengan isyarat ataupun campur tangan dalam pekerjaan peserta lain.
4.
Tugas pengamat dalam setiap kelompok mengamati dan mencatat apa yang
terjadi padak kelompoknya selama permainan berlangsung dengan
memperhatikan hal-hal berikut :
a. Adakah peserta yang melanggar peraturan ?
b. Peraturan mana yang dilanggar ?
c. Mengapa peraturan itu dilanggar ?
d. Adakah peserta yang menumpuk banyak potongan gambar dan tidak mau mengembalikan ke wadah/meja ?
Ulangi permainan ini dengan ketentuan, peserta boleh berkomunikasi dan saling membantu dalam kelompoknya.
Debriefing :
1. Apa kesulitan peserta dalam menyusun gambar ?
2. Bagaimana cara mereka mengaplikasikan pengalaman pada kehidupan ?
Catatan :Gambar bisa bikin sendiri lalu dipotong menjadi beberapa bagian
Stick Goyang :
Tujuan :
1. Menjalin Kerja sama dan toleransi antar anggota.
2. Belajar saat menerima dan kapan harus memberikan kesempatan kepada yang lain.
3. Berlatih menghadapi segala rintangan atas asas kebersamaan.
Alat :
1. Tali Pramuka/ boleh rafia. Sejumlah peserta.
2. Tongkat/ Balok/ papan kayu/ Bambu . Panjang ( 2- 3 meter ) Diameter bebas.
3. Aneka Halang rintang.
Pelaksanaan :
1. Tiap anggota regu berhak memegang i utas tali . boleh sebelah kanan atau kiri
2. Ditengah tarikan utas tali, diletakkan balok/ bambu dengan tali dalam kondisi kencang.
( Tampak dalam gambar )
3. Regu Menempuh suatu perjalanan penuh rintangan dengan jarak bebas.
4. Regu dengan waktu tempuh tercepat dan balok/ bambu tidak pernah jatuh itulah yang terbaik
5.
Rintangan dapat dibuat sedemikian rupa, sehingga perjalanan membawa
balok/ bambu nampak penuh tantangan. ( Melebar, menyempit, lompat, naik
dan turun)
Selamat mencoba games ini.
Diposkan oleh GARUDA MOKHSA di 21:48 0 komentar Sabtu, 14 Februari 2009
TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA
Pengertian
a.
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada
pakaian seragam Pramuka, yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka,
dan/atau Satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas,
kecakapannya dan tanda penghargaan yang dimilikinya.
b. Tanpa Pengenal Gerakan Pramuka secara garis besarnya meliputi :
1) Tanda Umum
Yaitu
tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang
telah dilantik, putera maupun puteri, misalnya tanda tutup kepala,
setangan leher, dan sebagainya.
2) Tanda Satuan
Yaitu
tanda yang dapat menunjukkan Satuan/Kwartir tertentu, tempat seorang
Pramuka tergabung, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari satuan terkecil
di Gugusdepan sampai satuan tingkat nasional.
3) Tanda Jabatan
Yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.
4) Tanda Kecakapan
Yaitu
tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan,
sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan
golongan usianya.
5) Tanda Penghargaan
Yaitu tanda yang
menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang, atas
jasa, darma bakti, dan lain-lainnya, yang dianggap cukup bermutu dan
berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat,
bangsa, negara, dan umat manusia.
Maksud dan tujuan
a.
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk mengenal diri seorang
Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas, jabatan dan kecakapannya.
b. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka bertujuan sesuai dengan macam tanda pengenal tersbut, yaitu:
1) Mendorong seorang Pramuka untuk menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
2)
Memberi gairah dan semangat kepada seorang Pramuka untuk meningkatkan
kemampuan, kecakapan, dan karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai
dengan golongan usianya.
3) Mendorong seorang Pramuka untuk
bersungguh-sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral yang
berbentuk Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan
kecakapannya sesuai tanda yang dipakainya.
4) Menanamkan rasa
persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka pada khususnya dan
anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia pada umumnya.
5) Menanamkan
kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggungjawab atas dirinya
sendiri, satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau
cita-citanya.
6) Menanamkan kebanggaan dan percaya pada diri sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.
Fungsi
a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka berfungsi sebagai:
1)
Alat pendidikan untuk memberi dorongan, gairah dan semangat para
Pramuka, agar mereka berusaha meningkatkan kemampuan, karya, pribadi dan
kehormatannya.
2) Alat Pengenal seorang Pramuka, satuan, tingkat kecakapan, jabatan, tempat atau wilayah tugasnya.
3)
Tanda pengakuan dan pengesahan atas keanggotaan, tingkat kecakapan
serta pemberian tanggungjawab, hak dan kewajiban kepada seorang anggota
Gerakan Pramuka.
4) Tanda penghargaan kepada seseorang atas
prestasi dan tindakannya, agar yang bersangkutan selalu menjaga dan
memelihara nama baik pribadi dan prganisasinya.
b. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka tidak berfungsi sebagai:
1) Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat seseorang.
2) Perhiasan.
Macam-macam Tanda Umum
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Umum, yaitu :
a. Tanda Tutup Kepala
b. Setangan Leher atau Pita Leher
c. Tanda Pelantikan
d. Tanda Harian
e. Tanda Kepramukaan Sedunia
Macam-macam Tanda Satuan
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Satuan, yaitu :
a. Tanda Barung, Tanda Regu, Tanda Sangga, dan Tanda Satuan terkecil lainnya.
b. Tanda Gugusdepan, Kwartir dan Majelis Pembimbing.
c. Tanda Krida dan Tanda Satuan Karya.
d. Lencana Daerah dan Tanda Wilayah.
e. Tanda Satuan Pramuka Luar Biasa.
f. Tanda Satuan lainnya.
Macam-macam Tanda Jabatan
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Jabatan, yaitu :
a. Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin : Barung, Regu, Sangga, dan lain-lain.
b. Tanda Pembimpin dan Wakil Pemimpin Krida dan Satuan Karya.
c. Tanda Keanggotaan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
d. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina : Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, serta Tanda Pembina Gugusdepan.
e. Tanda Pelatih Pembina Pramuka
f. Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
g. Tanda Jabatan lainnya.
Macam-macam Tanda Kecakapan
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Kecakapan, yaitu :
a. Tanda Kecakapan Umum
1) Untuk Pramuka Siaga : Tingkat Mula, Bantu dan Tata
2) Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Ramu, Rakit, dan Terap
3) Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Bantara dan Laksana
4) Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Pandega
5) Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Mahir Dasar dan Lanjutan.
b. Tanda Kecakapan Khusus
1) Untuk Pramuka Siaga : Tidak ada tingkatan
2) Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
3) Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
4) Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
5) Untuk Instruktur : Muda dan Dewasa
6) Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Dasar dan Lanjutan.
c. Tanda Pramuka Garuda
1) Untuk Pramuka Siaga
2) Untuk Pramuka Penggalang
3) Untuk Pramuka Penegak
4) Untuk Pramuka Pandega
Macam-macam Tanda Penghargaan
a. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan GerakanPramuka untuk peserta didik, yaitu :
1) Tanda Penghargaan (termasuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong, Tanda Ikut Serta Kegiatan dan lain-lainnya).
2) Bintang Tahunan
3) Lencana Wiratama
4) Lencana Teladan
b. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk orang dewasa, yaitu :
1) Bintang Tahunan
2) Lencana Pancawarsa
3) Lencana Wiratama
4) Lencana Jasa :
a) Dharma Bakti
b) Melati
c) Tunas Kencana
c. Tanda Pengenal termasuk Tanda Penghargaan atau jasa dari badan di luag Gerakan Pramuka, misalnya dari :
1)
Organisasi Kepramukaan maupun badan lainnya, di dalam atau di luar
negeri sepanjang hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta peraturan
perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang berlaku.
2) Pemerintah Negara Lain
3) Pemerintah Republik Indonesia.
BAGAN MACAM TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA
TANDA PENGENAL
A. Tanda Umum
B. Tanda Satuan
C. Tanda Jabatan
D. Tanda Kecakapan
E. Tanda Penghargaan
1.
2.
3.
Tanda Tutup Kepala
Setangan Leher/
Pita Leher
Tanda Pelantikan
4.
5.
6.
Tanda Kepramukaan Sedunia
(Pa/Pi)
Tanda harian
Dan lain-lain
1.
2.
3.
Tanda Barung, Regu, Sangga,
dan lain-lain
Tanda Gugusdepan
Tanda Krida, Tanda Saka
4.
5.
6.
Lencana Daerah dan Tanda Wilayah
Tanda Satuan Gugusdepan Luar Biasa
dan lain-lain
1.
2.
3.
4.
Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung, Rgu, Sangga, dll
Tanda Pembina dan Pembantu Pembina S, G, T, D.
Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
Korps Pelatih Pembina Pramuka
5.
6.
7.
8.
9.
10
Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida
Tanda Pamong Saka
Tanda Majelis Pembimbing
Tanda Keanggotaan Dewan Kerja T, D.
Tanda Petugas dan Peserta Kegiatan
dan lain-lainnya
I
III
TKU
1. Siaga : Mula, Bantu, Tata
2. Penggalang : Ramu, Rakit. Terap
3. Penegak : Bantara, Laksana
4. Pandega : Pandega
5. Pembina Mahir: Dasar dan Lanjutan
Pramuka Garuda untuk S, G, T, D.
II
TKK
1. Siaga : Satu tingkat
2. Penggalang : Purwa, Madya, Utama
3. Penegak : Purwa, Madya, Utama
4. Pandega : Purwa, Madya, Utama
5. Instruktur : Muda, Dewasa
6. Pelatih : KPD, KPL
7. Keahlian lainnya
I
Gerakan Pramuka
1. Untuk Peserta Didik
a. Tanda Penghargaan
b. Bintang Tahunan
c. Lencana Wiratama
d. Lencana Teladan
2. Untuk Orang Dewasa
a. Bintang Tahunan
b. Lencana Pancawarsa
c. Lencana Wiratama
d. Lencana Dharma Bakti
e. Lencana Melati
f. Lencana Tunas Kencana
II
Badan/Organisasi Sosial dan Kemanusiaan
III
Pemerintah RI dan Negara Lain
Diposkan oleh GARUDA MOKHSA di 02:32 0 komentar LAMBANG GERAKAN PRAMUKA
www.garudamokhsabiru.blogspot.com
Uraian arti kiasan lambang Gerakan Pramuka.
Satu
: Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal
bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang
menurunkan generasi baru.
Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
Dua : Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun djuga.
Jadi
lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang
rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam
menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian
dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
Tiga
: Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya
daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.
Jadi
lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri
dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun
juga.
Empat : Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.
Jadi
lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang
tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak
mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
Lima : Akar Nyiur yang
bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan
kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan
landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan
keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai
cita-citanja.
Enam : Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari
ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka
adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada
kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
serta kepada umat manusia.




0 komentar:
Posting Komentar